Struktur Komunitas Fitoplankton pada Kolong Pengendapan Limbah Tailing Bauksit di Senggarang, Tanjungpinang

Tri Apriadi (1) , Irvan Hasan Ashari (2)


(1) Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji
(2) Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji


Abstrak


Senggarang merupakan salah satu kelurahan di Kota Tanjungpinang yang memiliki kolam pengendapan limbah tailing bauksit. Fitoplankton merupakan salah satu organisme pionir pada ekosistem yang baru terbentuk. Berdasarkan hasil penelusuran, belum ditemukan penelitian mengenai komunitas fitoplankton pada kolam pengendapan limbah tailing bauksit. Pelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, kelimpahan, serta indeks ekologi fitoplankton yang terdapat pada kolam pengendapan limbah tailing bauksit di Senggarang, Kota Tanjungpinang. Pengambilan sampel dilakukan pada empat stasiun: inlet, outlet, tengah, serta tepi perairan.Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel fitoplankton adalah metode dinamis secara vertikal. Pencacahan fitoplankton menggunakan metode sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan fitoplankton berkisar 1.692-2.525 sel/L. Tiga dari empat stasiun didominasi oleh divisi Charophyta, serta satu stasiun lainnya didominasi oleh divisi Chrysophyta. Dominasi divisi Charophyta dipengaruhi oleh tingginya kelimpahan genus Mougeotia sp. Bagian tengah kolong memiliki indeks ekologi yang lebih baik dari pada tepi perairan. Keanekaragam yang rendah pada semua stasiun menujukan kondisi perairan yang labil dan komunitas fitoplankton masih rentan terhadap gangguan. Hal ini sesuai dengan kategori kolong pengendapan limbah tailing bauksit di senggarang tergolong muda (< 5 tahun).

Kata Kunci


bauksit, fitoplankton, kolong, tailing, Tanjungpinang

Referensi


(APHA) American Public Health Association. 2005. Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater, 22nd Edition. Editor E.W., Rice R.B., Baird A.D., Eaton L.S. (eds). Clesceri. American Public Health Association, Virginia.

(EPA) Environmental Protection Agency. 2001. Parameters of Water Quality: Interpretation and Standards. Environmental Protection Agency. Ireland.

(IAI) International Aluminium Institute. 2015. Manajemen Residu Bauksit: Pelaksanaan Tindakan yang Terbaik. World Aluminium.

Asriyana dan Yuliana. 2012. Produktivitas Perairan. Bumi Aksara. Jakarta.

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air: Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta.

Fardiaz, S. 1992. Polusi Air & Udara. Kanisius. Yogyakarta.

Geel, B. V and Hammen V. D. 1978. Zygnemataceae in Quaternary Colombian Sediments. Review of Palaeobotany and Palynology. 25. 377-392.

Iriadenta, E. 2010. Kajian Strategi Pengelolaan dan Revitalisasi Pemanfaatan Sumberdaya Perairan Void Reklamasi Tambang/Eks Penambangan Batubara PD. Baramarta Kabupaten Banjar Berbasis Pemberdayaan Masyarakat. Laporan Penelitian. Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru.

Juhar, R. 2008. Karakteristik Fe, Nitrogen, Fosfor dan Fitoplankton pada Beberapa Tipe Perairan Kolong Bekas Galian Timah. Tesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Lamai, C., Kruatrachue, M., Pokethitiyook, P., Upatham, E. S., dan Soonthornsarathool, V. 2005. Toxicity and Accumulation of Lead and Cadmium in the Filamentous Green Alga Cladophora fracta (O.F. Muller ex Vahl) Kutzing: A Laboratory Study. Journal of ScienceAsia. 31: 121-127.

Lavens, P dan Sorgeloos, P. 1996. Manual on The Production an Use of Live Food for Aquaculture. FAO. Rome.

Octorina. P. 2011. Eutrofikasi Dua Situ Bekas Galian Pasir di Desa Cikahuripan Kabupaten Cianjur. Tesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Odum, E. P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Edisi Ketiga. Diterjemahkan Oleh Samingan, T. dan Srigandono, B. Gajah Mada University Press. Yogyakarta. xv + 697 Hal

Puspasari, R. 2000. Peranan Fitoplankton dalam Mengurangi Kandungan Logam Berat Pb dalam Air Laut. Tesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Puspita, L., E. Ratnawati, I N. N. Suryadiputra, A. A. Meutia. 2005. Lahan Basah Buatan di Indonesia. Wetlands International-Indonesia Programme. Bogor.

Reynolds, C.S. 2006. The Ecology of Phytoplankton. Cambridge University Press. New York.

Sembiring, S. 2008. Sifat Kima dan Fisik Tanah pada Areal Bekas Tambang Bauksit di Pulau Bintan, Riau. Info Hutan. 5 (2): 123-134.

Strauss, E.A., Mitchell, N.L., dan Lamberti, G.A. 2002. Factors Regulating Nitrification in Aquatic Sediments: Effects of Organic Carbon, Nitrogen Availability, and pH. Can. J. Fish. Aquat. Sci. 5: 554-563.

Suthers, L.M dan Rissik, D. 2009. Plankton: a Guide to Their Ecology and Monitoring for Water Quality. CSIRO Publishing. Collingwood.

Zulfikar A. 2015. Analisis Kandungan Logam pada Limbah Tailing (Red Mud) Tambang bauksit. Artikel Ilmiah Universitas Maritim Raja Ali Haji. http://riset.umrah.ac.id/wp-content/uploads/2015/07/ANALISIS-KANDUNGAN-LOGAM-PADA-LIMBAH-TAILING-RED-MUD1.pdf.


Article Reads

Total: 24 Abstrak: 24

Article Metrics

Metrics Loading ...

Metrics powered by PLOS ALM

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


 

This website is maintained by:
The Faculty of Biology Publishing
Universitas Jenderal Soedirman
Jalan dr. Suparno 63 Grendeng
Purwokerto 53122

Telephone: +62-281-625865
Email: biologi@unsoed.ac.id

This website uses:
OJS | Open Journal System
A free journal management and publishing system that has been developed by the PKP (Public Knowledge Project) version 2.4.8.0.

All article content metadata are registered to:
Crossref
An official nonprofit Registration Agency of the International Digital Object Identifier (DOI) Foundation.

Articles in this journal are indexed by:

Complete index list »