KONDISI FITOPLANKTON DAN KUALITAS AIR PADA KEDALAMAN PERAIRAN BERBEDA DI PERAIRAN MALUKU

Riris Aryawati (1) , Nurul Fitriya (2)


(1) 
(2) Lab. Plankton Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Jakarta


Abstract


Fitoplankton di laut berperan sebagai pembentuk dasar dari rantai makanan melalui produksi primer. Keberadaan fitoplankton sangat terkait dengan faktor fisika kimia perairan. Umumnya kondisi lingkungan perairan memiliki perbedaan konsentrasi di wilayah permukaan dan di perairan yang lebih dalam. Penelitian  ini bertujuan untuk  mengetahui dinamika planktonik di sekitar wilayah penelitian meliputi kelimpahan, dan komposisi fitoplankton serta kondisi fisika kimia perairan di wilayah perairan permukaan dan termoklin. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2015, pada delapam lokasi penelitian. Sampling plankton dilakukan pada 2 kolom air yang berbeda, yaitu di kedalaman permukaan dan pada lapisan termoklin. Air sampel diambil dengan menggunakan Rosette sampler, kemudian disaring dengan menggunakan hand plankton net ukuran mata jaring 20 µm. Filtrat yang terkumpul di bucket lalu dimasukkan ke dalam botol sampel 250 ml dan difiksasi dengan formaldehyde 4%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di perairan Maluku ditemukan Bacillariophyceae (14 marga) dan Dinophyceae (6 marga). Terdapat kondisi parameter perairan yang berbeda pada kedalaman yang berbeda, khususnya untuk nitrat, fosfat, silikat, oksigen terlarut (DO) dan pH. Nitrat, fosfat dan silikat  memiliki nilai-nilai yang lebih tinggi pada kedalaman termoklin dibandingkan di perairan permukaan, sedangkan DO dan pH memiliki nilai yang lebih tinggi pada perairan permukaan dibandingkan kedalaman termoklin.

 

 

Kata Kunci: Fitoplankton, kualitas air, permukaan perairan, kedalaman termoklin, perairan Maluku.


References


Aryawati, R, H.Surbakti, dan T.Z.Ulqodry. 2005. Hubungan Kondisi Oseanografi dengan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Banyuasin.Pemanfaatan dan Pengelolaan Perairan Umum secara Terpadu bagi Generasi Sekarang dan Mendatang. 2004 Juli 27-29. Palembang: BRPPU.

Ault, T, Velzeboer, R and Zammit, R. 2000. Influence of nutrient availability on phytoplankton growth and community structure in the Port Adelaide River, Australia: bioassay assessment of potential nutrient limitation. Hydrobiologia 429: 89–103. Kluwer Academic Publishers. Netherlands.

Davis, C.C. 1955. The Marine and Freshwater Plankton.Michigan State University Press.562 p.

Haikal, V.M., A. Taufiqurohman dan I. Riyantini. 2012. Analisis Massa Air di Perairan Maluku Utara. Jurnal Perikanan dan Kelautan 3(1):1-9.

Isnaini, 2014a. Komposisi dan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Sekitar Pulau Maspari, Ogan Komering Ilir. Maspari Journal 6 (1):39-45.

Isnaini, 2014b. Distribusi spasial fitoplankton di perairan Selat Bangka. Simposium Nasional I Kelautan dan Perikanan. FIKP. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Makmur, M. 2008. Pengaruh Upwelling terhadap Ledakan Alga (Blooming Algae) di Lingkungan Perairan Laut. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pengolahan Limbah VI Pusat Teknologi Limbah Radioaktif BATAN. Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi-RISTEK. ISSN 1410-6086.

Nontji, A. 2008. Laut Nusantara. Penerbit Jambatan. Jakarta.

Nybakken, J. W. and M. K. Bertness. 2005. Marine Biology: An Ecological Approach 6th ed..Pearson Education, Inc. San Francisco. USA. pp. 42-98, 132-141, 144-193.

Omura, T., M. Iwataki, V. M. Borja, H. Takayama & Y. Fukuyo. 2012. Marine Phytoplankton of the Western Pacific. Kouseisha Kouseikaku Co., Ltd. Japan. 160 pp.

Praseno, D.P dan Sugestiningsih. 2000. Retaid di Perairan Indonesia. P3O-LIPI. Jakarta. Hal: 2-34.

Sastranegara, M. H. 1994. Hubungan antara ketersediaan unsur hara dengan keragaman dan kelimpahan fitoplankton di laguna hutan bakau Segara Anakan Cilacap. Thesis Pascasarjana IPB. Bogor.

Shirota, A. 1966. The Plankton of South Vietnam : Freshwater and Marine Plankton. Over Tech Coop Agent. Japan.

Suthers, I., L. Bowling, T. Kobayashi, and D. Rissik. 2009. Sampling methods for plankton. In: Suthers, I. M. and D. Rissik (eds). Plankton: A Guide to Their Ecology and Monitoring for Water Quality. CSIRO Publishing. Australia. pp. 73-114.

Taylor. F.J.R. 1994.“Reference Manual Taxonomic Identification of Phytoplankton with Reference to HAB Organisms“. ASEAN-Canada CooperativeProgramme on Marine Science Workshop on the Taxonomy of Phytoplankton and Harmful Algal Bloom-Organisms Hosted by LIPI, Jakarta. 568 pp.

Thoha. 2003. ”PengaruhMusimTerhadap Plankton di Perairan Riau KepulauandanSekitarnya, MakaraSains, Vol 7.

Tomas, C.R. 1997. Identifying Marine Fitoplankton. Academic Press. California. USA.

Wickstead, J. H. 1965. An Introduction To The Study of Trophical Plankton. Hutchinson & Co (Publishers) LTD 178-202 Great Portland St. London Wt: 160 pp.

Widianingsih, R. Hartati, A. Djamali, Sugestiningsih. 2007. Kelimpahan dan Sebaran Horizontal Fitoplanktondi Perairan Pantai Timur Pulau Belitung. Ilmu Kelautan 12(1):6-11.

Yamaji, I.E. 1976. Illustration of the Marine Plankton of Japan. Hoikusha, Osaka, Japan.369 pp.


Article Reads

Total: 18 Abstract: 18

Article Metrics

Metrics Loading ...

Metrics powered by PLOS ALM

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 

This website is maintained by:
The Faculty of Biology Publishing 
Universitas Jenderal Soedirman
Jalan dr. Suparno 63 Grendeng
Purwokerto 53122

Telephone: +62-281-625865
Email: biologi@unsoed.ac.id

This website uses:
OJS | Open Journal System
A free journal management and publishing system that has been developed by the PKP (Public Knowledge Project) version 2.4.8.0.

All article content metadata are registered to:
Crossref
An official nonprofit Registration Agency of the International Digital Object Identifier (DOI) Foundation.

Articles in this journal are indexed by:

Complete index list »