INVENTARISASI KEANEKARAGAMAN BAMBU (BAMBUSOIDEAE) DI PULAU RUPAT, KECAMATAN RUPAT, KABUPATEN BENGKALIS

Fitmawati Fitmawati (1)


(1) Universitas Riau


Abstrak


Pulau Rupat adalah pulau kecil di wilayah Sumatra yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Salah satu flora di Pulau Rupat adalah bambu. Bambu memiliki kemampuan beradaptasi tinggi terhadap kondisi asam pada lahan gambut, tetapi informasi tentang spesies bambu di Pulau Rupat belum pernah dilaporkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman spesies dengan mengidentifikasi dan memeriksa berdasarkan kunci identifikasi karakter morfologi. Metode penelitian yang digunakan adalah survey eksploratif. Hasil inventarisasi mengidentifikasi total sembilan spesies dari empat genus (Bambusa vulgaris, Bambusa vulgaris var. striata, Bambusa heterostachya, Bambusa multiplex, Gigantochloa sp., Gigantochloa cf. velutina, Gigantochloa hasskarliana, Schizostachyum brachycladum, Schizostachyum zollingeri, Thyrsostachys  siaminensis). Sebanyak sepuluh aksesi bambu diamati karakter vegetatifnya. Hasil skoring 53 karakter tersebut dianalisis menggunakan program NTSYSPC 2.02 untuk mengetahui pengelompokkannya. Hasil penelitian menunjukkan koefisien kemiripan berkisar 48%-77%.

Kata Kunci


Bambusoideae;Keanekaragaman; Eksplorasi;Pulau Rupat

Referensi


Andoko, A., 2003. Budi daya Bambu Rebung. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.

Arinasa, I. B. dan E. A. Widjaja., 2003. Bamboo Diversity in Bali. Seminar International Botanical Garden Congress. Candikuning, 15-18 Juli 2003.

Berlian, N. dan Estu, R., 1995. Jenis dan Prospek Bisnis Bambu.Buku. Penebar Swadaya. Jakarta. 89 hlm

Dransfield dan E.A Widjaja., 1995. Plant Resources of Sounth-East Asia no.7, Bamboos. Buku.Prosea. Bogor. Hlm.189

Hartutiningsih & Siregar M., 1996. Bambu Betung: dalam Lembar informasi Prosea. Prosea Indonesia. Indonesia.

Kartikaningrum S. N., Hermiati A. N. dan Sugiharto., 2008. Analisis Kekerabatan Mentimun (Cucumis sativus L.) Menggunakan Metode RAPD-PCR dan Isozim. Biodiversitas. 9(2) : 99-102

Kelchner, S.A. and Bamboo Phylogeny Group., 2013. Higher Level Phylogenetic Relationship Within The Bamboos (Poaceae: Bambusoideae) Based on Five Plastid Markers. Molecular Phylogenetics and Evolution. 67: 404-413.

Rijaya, I. dan Fitmwati., 2019. Jenis-Jenis Bambu (Bambusoideae) Di Pulau Bengkalis Provinsi Riau, Indonesia. Floribunda. 6(2):41-52

Situs Pemerintah Kabupaten Bengkalis. 2012. www.ppk-kp3k.kkp.go.id/direktori-pulau/ index.php/public_c/pulau_info/291.

Soedjono dan Hartanto., 1994. Budidaya Bambu. Semarang : Dahara Prize

Widjaja, E.A., 2001a. Identikit Jenis-jenis Bambu di Jawa. Puslitbang Biologi LIPI. Bogor.

Widjaja, E.A dan Karsono., 2005. Keanekaragaman Bambu di Pulau Sumba. Biodiversitas. Vol. 6 no.2 hal.95-99

Widjaja, E.A, Astuti,I.P, Arinasa, I.B.K, Sumantera, I.W., 2005. Identikit Bambu di Bali. Puslitbang Biologi LIPI. Bogor.

Widjaja, E.A., 2001.b. Identikit Jenis-jenis Bambu di Kepulauan Sunda Kecil. . Puslitbang Biologi LIPI. Bogor.

Widjaja, E.A. and Hamzah., 2002. Preliminary Anatomical Study of Bamboo Culm Epidermis for Identification Purposes. The 5th Pacific Regional Wood Anatomy Conference. Yogyakarta 9 – 14 September 2002.

Wong, K.M., 2004. Bamboos The Amazing Grass. International Plant Generic Resources Instiute (IPGRI) and University Malaya. Kuala Lumpur


Article Reads

Total: 212 Abstrak: 212

Article Metrics

Metrics Loading ...

Metrics powered by PLOS ALM

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


 

Jumlah Kunjungan Harian

Satu bulan terakhir

Tampilkan laporan lengkap Google Analyticsdi sini
 

Laman ini dikelola oleh:
Bio Publisher
The Faculty of Biology Publishing

Laman ini dikelola oleh:
Penerbitan Fakultas Biologi
Universitas Jenderal Soedirman
Jalan dr. Suparno 63 Grendeng
Purwokerto 53122

Telepon: +62-281-625865
Email: biologi@unsoed.ac.id

Laman ini menggunakan:
OJS | Open Journal System
Software pengelolaan jurnal ilmiah online. Versi yang digunakan adalah 2.4.8.0.

Metadata artikel terdaftar di:
Crossref
Agen resmi internasional pendaftaran Digital Object Identifier (DOI)

Artikel jurnal ini terindeks:

Daftar indeks »