Pertumbuhan dan Laju Sintasan Krablet Kepiting Bakau (Scyla serrata) dengan Pemberian Jenis Pakan Rucah yang Berbeda

Suharyanto Suharyanto (1)


(1) Balai Riset Perikanan Budidaya Air payau, Maros Jln. Makmur Dg. Sitakka no. 129 Maros 90512 Sulawesi Selatan


Abstrak


The aim of this experiment was to find out information on suitable trash fish for the growth and survival rate of mud crabs (Scyla serrata). The research was conducted in Marana Brackishwater pond research station of the Research Institute for Coastal Aquaculture, Maros, South Sulawesi for 28 days. Twelve  aquaria of 60 x 40 x 40 cm3 were used in this experiment using Completely Randomized Design. Treatments tested were four differents species of trash fishes i.e. A; sibula   (Sardinella sp), B; tembang  (Clupea sp), C; Anchovy (Stolephorus sp) and D; Tilapia  (Tilapia mosambica), each with three replications. Twentyfive pieces of crablets  of  5,9 + 0,2 mm in carapace width and 0,06 + 0,02 g in body weigth were stocked in each  aquarium.  Crablets  were then fed with trash fish with the dosage of 15% of total biomass per days  given twice a day. The results showed that the growth of crablets fed with tilapia was the best trash fish (P>0.05), among the treatments which were tested. The use of other fishes were not significantly different  (P>0.05) on the crablet growth.

Kata Kunci


Trash fish, mud crabs, growth, survival rate

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Afrianto, E., dan E. Liviawati. 1993. Pemeliharaan Kepiting. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. 74 hal.

Anonim. 2002. Laporan uji coba pemeliharaan larva kepiting bakau, Scylla serrata Forskal. Direktorat Jenderal Perikanan, Balai Budidaya Air Payau, Jepara. 3 Hal.

Chande, A. I., and Y.D. Mgaya. 2003. The fishery of Portunus pelagicus and species diversity of portunid crabs along the coastal of Dar es Salaam, Tanzania. Western Indian Ocean. J. Mar. Sci. 2(1): 75 – 84.

Chen, H.Y. 1993. Recent advances in nutrition of Penaeus monodon. World Aquaculture Society. 24: 231-240.

Chin, H.C., U.P.D. Gunasekara, and H.P. Amandakopon. 1992. Formulation of artificial feed for mud crab culture: A preliminary biochemical, physical and biological evaluation. In Angel, C.A. (Ed). Report of the Seminar on the Mud Crab Culture and Trade. Surat Thani. Thailand. P. 179-184.

Cholik, F., Rachmansyah, S. Tonnek. 1990. Pengaruh Padat Penebaran Terhadap Produksi Nila merah, Oreochromis niloticus Dalam Keramba Jaring Apung di Laut. J. Penel. Budidaya Pantai. 6(2): 87-96.

Chu, S.P. 1943. The influence of mineral composition of the medium on the growth of phytoplankton algae. Part II. The influence of concentration of inorganic nitrogen and phospate phosphorus. The Ecol. 31(2): 1-19.

Coleman, N. 1991. Encyclopedia of marine animals. Angus & Robertson, An Inprint of Harper Collins Publishers. Australia. 364 pp.

Effendi, M.I. 1979. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara. Yogyakarta. 163 pp.

Giri, N.A., Yunus, K. Suwirya, dan M. Marzuqi. 2002. Kebutuhan protein untuk pertumbuhan yuwana kepiting bakau, Scylla paramamosain. Jurnal Perikanan Indonesia. 8(5): 31-36.

Gunarto, A. Mustafa, dan Suharyanto. 1987. Pemeliharaan kepiting bakau, Scylla serrata (Forskal), pada berbagai tingkat kadar garam dalam kondisi laboratorium. J. Penel. Budidaya Pantai. 3(2): 60-64.

Gunarto dan I. Rusdi. 1993. Budidaya kepiting bakau, Scylla serrata di tambak pada padat penebaran berbeda. J. Penelitian Budidaya Pantai. 9(3): 7-12.

Halver, J.E. 1989. Fish Nutrition. Second Edition. Academic Press, Inc. San Diego. California. USA. 798 pp.

Juwana, S. 1993. Pengaruh pencahayaan, salinitas dan suhu terhadap kelulushidupan dan laju pertumbuhan benih rajungan (Portunus pelagicus) Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi-LIPI. Majalah Ilmu Kelautan. 16: 194-204.

Kanazawa, A. 1993. Prawn Nutrition. In Hock, C.S. and Saidin, T.H. (eds). New Tecknology in Aquaculture. Malaysian Fisheries Society, Occasional Publication. No. 6. p. 9-28.

Koesbiono. 1981. Biologi Laut. Fakultas Perikanan. Institut Pertanaian Bogor. 150 pp.

Lavina, A. F. 1977. A semi abstracted complication of studies on the culture of Scylla serrata (Forskal) de Haan in the Philippine in reading on Aquaculture practices. SEAFDEC Aquaculture Departement. Ilo-Ilo. The Philippine. 160-210.

Lovell, R.T. 1989. Nutrition of Feeding on Fish. An Avi Book, Van Nostrand Reinhold Publ. New York. 260 pp.

Nontji, A. 1986. Laut Nusantara. Penerbit Djambatan. Jakarta. 367 pp.

Rajinder, M.D., N.S. Dwivedi and G.F. Rajamanickam. 1986. Ecology of the blue crab, Portunus pelagicus (Linaeus) andits potential. Fishery in Zuary Estuary. Indian Journal of Fisheries, VII: 54-56

Schmittou, H.R. 1991. Budidaya keramba: Suatu metode produksi ikan di Indonesia. FRDP. Puslitbang Perikanan. Jakarta. Indonesia. 126 pp.

Suharyanto dan S. Tahe. 2005. Pengaruh padat tebar berbeda terhadap pertumbuhan dan sintasan kepiting rajungan (Portunus pelagicus) di tambak. Jurnal Riset Akuakultur. 2(1): 19-25

Suharyanto, S. Tahe., Y. Aryani., dan M. Mangampa. 2006. Pembesaran kepiting rajungan (Portunus pelagicus) di tambak dengan penambahan selter yang berbeda. Laporan Penelitian. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Maros. 15 hal.

Susanto, B., I. Setyadi, dan G. S. Sumiarsa. 2005a. Pertumbuhan krablet rajungan (Portunus pelagicus) turunan I (F-1) dengan jenis pakan berbeda. Dalam Sudradjat et al (Eds) Buku perikanan budidaya berkelanjutan. Pusat Riset Perikanan Budidaya Badan Riset Kelautan dan Perikanan. Hal 187 – 186.

Susanto, B., I. Setyadi, Haryanti, dan A. Hanafi. 2005b. Pedoman Teknis Teknologi Perbenihan Rajungan (Porunus pelagicus). Pusat Riset Perikanan Budidaya. Badan Riset Kelautan dan Perikanan. Departemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta. 22 pp.

Suwirya, K., M. Marzuqi, dan N. A. Giri. 2005. Beberapa Kebutuhan Nutrien Ikan dalam Pengembangan Pakan Buatan untuk Menunjang Budidaya Laut. Dalam Sudradjat, A., Z.I. Azwar, L.E. Hadi, Haryanti, N.A. Giri. G. Sumiarsa (Eds). Buku Perikanan Budidaya Berkelanjutan. Pusat Riset Perikanan Budidaya. Badan Riset Kelautan dan Perikanan. Jakarta. H. 179 - 189.

Tonnek, S., Suharyanto, Muslimin dan H. Suryanto. 2007. Pembesaran kerapu macan di tambak dengan penambahan induk mujair sebagai sumber pakan alami. Jurnal Riset Akuakultur. 1(3): 373-380.

Wejatmiko. 1989. Pengaruh pemberian kombinasi pakan buatan (pelet) dan pakan segar (ikan rucah) terhadap pertumbuhan udang windu. J. Penel. Budidaya Pantai. 5(1): 26-29.

Williams, K., D.P. Schwarts., G.E. Gebhart, and O.E. Maughan. 1987. Budidaya Ikan yang Dikerambakan Skala Kecil di Kolam Oklahoma. Penerjemah. Langston University Agricultural Research. 21 pp.

Zonneveld, N., E.A. Huisman, dan J.H. Boon. 1991. Prinsip-Prinsip Budidaya Ikan. Pustaka Utama. Gramedia. Jakarta. 71 hal.


Article Reads

Total: 1234 Abstrak: 738 PDF: 496

Article Metrics

Metrics Loading ...

Metrics powered by PLOS ALM

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


 

Jumlah Kunjungan Harian

Satu bulan terakhir

Tampilkan laporan lengkap Google Analyticsdi sini
 

Laman ini dikelola oleh:
Bio Publisher
The Faculty of Biology Publishing

Laman ini dikelola oleh:
Penerbitan Fakultas Biologi
Universitas Jenderal Soedirman
Jalan dr. Suparno 63 Grendeng
Purwokerto 53122

Telepon: +62-281-625865
Email: biologi@unsoed.ac.id

Laman ini menggunakan:
OJS | Open Journal System
Software pengelolaan jurnal ilmiah online. Versi yang digunakan adalah 2.4.8.0.

Metadata artikel terdaftar di:
Crossref
Agen resmi internasional pendaftaran Digital Object Identifier (DOI)

Artikel jurnal ini terindeks:

Daftar indeks »