Efektivitas Bacillus thuringiensis dalam Pengendalian Larva Nyamuk Anopheles sp.

Citra Inneke Wibowo


Abstrak


Nyamuk Anopheles sp adalah vektor penyakit malaria. Pengendalian vektor penyakit malaria dapat dilakukan secara biologis yaitu dengan menggunakan Bacillus thuringiensis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas konsentrasi Bacillus thuringiensis dalam pengendalian larva nyamuk Anopheles sp.Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL Faktorial) yang terdiri atas dua faktor yaitu konsentrasi Bacillus thuringiensis dan stadia larva Anopheles dengan pengulangan tiga kali.Perlakuan yang dicobakan adalahkonsentrasi Bacillus thuringiensis (A) yang terdiri atas 5 taraf:A0: konsentrasi B.thuringiensis 0 CFU.mL-1, A1: konsentrasi B.thuringiensis 102 CFU.mL-1, A2: konsentrasi B.thuringiensis 104 CFU.mL-1, A3: konsentrasi B.thuringiensis 106CFU.mL-1, A4: konsentrasi B.thuringiensis 108CFU.mL-1. Perlakuan tahapan instar larva Anopheles sp. (B) adalah sebagai berikut:B1: stadia larva instar I, B2: stadia larva instar II, B3: stadia larva instar III, B4: stadia larva instar IVsehingga terdapat 60 satuan percobaan. Hasil penelitian  menunjukkan konsentrasi B. thuringiensis isolat CK dan IPB CC yang paling berpengaruh dalam pengendalian larva Anopheles sp adalah 108 CFU.mL-1 . Instar larva yang paling peka terhadap B. thuringiensis isolat IPB CC adalah instar I dan II sedangkan instar yang peka terhadap isolat CK adalah instar II, Perlakuan konsentrasi isolat B. thuringiensis dan tingkat instar larva yang paling baik dalam pengendalian larva Anopheles sp. adalah 108 CFU.mL-1, dan instar I dan II.

Kata Kunci


Anopheles sp., Bacillus thuringiensis, biokontrol

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anggraeni, Y. M., Christina, B., & Wianto, R., 2013. Uji Daya Bunuh Ekstrak Kristal Endotoksin Bacillus thuringiensis israelensis (H-14) terhadap Jentik Aedesaegypti, Anopheles aconitus dan Culexquinquefasciatus. Journal Sain Veteriner, 31 (1).

Becker., 1991. Efektivitas Vectobac 12AS (Bt H-14) dan (Bt H-14) terhadap Vektor Malaria Anopheles maculatus di Kobakan Desa Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. In: Blondine, Ch.P. 2004. Bul.Penel. Kes. 32: 17-28.

Blondine, Ch. P., Umi Widyastuti, dan Widyarti. 1995. Uji Toksisitas Bacillus thuringiensis H-14 Terhadap Larva Nyamuk Anopheles barbirostris di Laboratorium dan Lapangan. Bul. Penelitian Kesehatan 23 (1).

Borror, D.J., and M Delong. 1970. An Inntroduction to The Study of Insect. Holt, Rine Hart and Winston, New York.

Darnely., 2010. Penggunaan Bacillus thuringiensis israelensis untuk Memberantas Aedes aegypti. Majalah Kedokteran FK UKI 2010 XXVII No.4.

Gama, Z.P., Yanuwiadi, Bagyo., Tri Handayani Kurniati. 2010. Strategi Pemberantasan Nyamuk Aman Lingkungan: Potensi Bacillus thuringiensis Isolat Madura Sebagai Musuh Alami Nyamuk Aedes aegypti. Journal Pembangunan dan Alam Lestari.

Jusniar Ariati, I. N., 2014. Sebaran Habitat Perkembangbiakan Larva Anopheles Spp Di Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur Provinsi Maluku. Jurnal Ekologi Kesehatan, 10-22.

Marwoto, H.. 1999. Korelasi Kepadatan Populasi A. barbirotris dengan prevalensi Malaria di Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya.

Obeidat, Maher., Dhia Hassawi, Ihab Ghabeish., 2004. Characterization OfBacillus Thuringiensis Strains From Jordan And Their Toxicity to the Lepidoptera, Ephestia Kuehniella Zeller. African Journal of Biotechnology. 3 (11): 622-22.

O’Connor, C.T dan A. Soepanto, 1999. Kunci Bergambar Jentik Anopheles di Indonesia. Jenderal P3M DEPKES, Semarang.

Santoso, A. D., 2013. Pengembangan Transmission Blocking Vaccine (Tbv) Terhadap Malaria Berbasis Saliva Vektor Spesifisitas Profil Protein Kelenjar Saliva Vektor.SKRIPSI.

Sjamsuriputra, A. A., I., Sastramihardja dan U. S. Sastramihardja. 1984. Pengaruh Beberapa Faktor Lingkungan Dalam Optimasi Produksi Insektisida Bacillus thuringiensis. ITB., Bandung.

Soegijanto, S., 2006. Demam Berdarah Dengue Edisi 2. Penerbit Airlangga University Press, Surabaya.

Suwahyono, Untung. 2010. Biopestisida. Jakarta : Penebar Swadaya

Suwita, C. S., 2013. Efektivitas Bacillus thuringiensis israelensis dalam Pemberantasan Larva Aedes aegypti di Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. eJKI.

Yusuf, Y., 2009. Penggunaan Bakteri Bacillus spp. Untuk Pengendalian Nyamuk Anopheles sp. Bionature : 102-105


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.