Pengaruh Pemberian Mikoriza Vesikula Arbuskula (MVA) Campuran terhadap Kemunculan Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Melon (Cucumis melo L.)

Najmah Farhati (1) , Purnomowati Purnomowati (2) , Uki Dwiputranto (3)


(1) Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto
(2) Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto
(3) Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto


Abstrak


Melon (Cucumis melo L.) has economic potential to be cultivated because the fruit contains protein, fat, carbohydrate, calcium, phosphor, fiber, iron, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, and niacin. Fusarium wilt caused by Fusarium oxysporum will decrease melon crop production. One of controlling method to Fusarium wilt diseases on melon plants which safe for environtmental by using biological control. One of microorganisms which can be biological control agent is Vesicular Arbuscular Mycorrhiza (VAM). This research use experimental method with a Completely Randomized Design (CRD). The experimental treatment consists of two types of treatment which combine 5 doses of VAM mixture ( 0 g/plant, 10 g/plant, 12,5 g/plant, 15 g/plant, 17,5 g/plant) and two inoculation method VAM is inoculated when seeds are planted and inoculation when the seedlings are replanted. Each treatment was repeated 3 times and each unit consist of three plant, so there are 30 units of experiments or 90 plants. The main variabels are observed consist of the incubation periode of the disease and the intensity of fusarium wilt and the supporting variabels consist of pH, temperature, humidity, and the scale of infection. The mixed MVA 15 g/plant dosage inoculated when seeds are planted and 15 g/plant dosage inoculated when the seedlings are replanted is the most effective to suppress incubation period of Fusarium wilt disease.


Kata Kunci


Cucumis melo L., F.oxysporum, VAM

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Basuki, A. Y., 2003. Aplikasi Mikoriza Vesikula Arbuskula (MVA) Campuran Untuk Menekan Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Tomat (Lycopersion Esculentum L.). Skripsi (Tidak Dipublikasikan). Purwokerto: Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman.

Brundrett, M., Bougher, N., Dell, B., Grove, T., Malajczuk, N., 1996. Working With Mychorrizas In Forestry and Agriculture. ACIAR Monograph. Canberra: Australia.

Ertanti, A., 2011. Pertumbuhan Tanaman Semangka (Citrullus vulgaris) pada Tanah Masam yang Diinokulasi Mikoriza Vesikula Arbuskula (MVA) Campuran dengan Cara Inokulasi dan Dosis Berbeda. Skripsi. Purwokerto: Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman.

Fakuara, M. Y., 1988. Mikoriza, Teori dan Kegunaan Dalam Praktek. Pusat Antar Universitas. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Gunawan, A.W., 1993. Mikoriza Arbuskula. Bahan Pengajaran Pusat Antar Universitas IIlmu Hayati. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Harizon., 2009. Biofungisida Berbahan Aktif Eusiderin I untuk Pengendalian Layu Fusarium pada Tomat. Biospecies, 2(1), pp.30-41.

Koentjoro, Y., 2012. Efektifitas Model Pemangkasan dan Pemberian Pupuk Majemuk Terhadap Tanaman Melon (Cucumis melo L.). Berkala Ilmiah Agroteknologi Plumula. 1, pp.9-17.

Mardatin, N. F., 2007. Teknik Bekerja dengan Cendawan Mikoriza Arbuskula. Bogor: Kongres Nasional Mikoriza Indonesia II.

Mosse, B., 1981. Vesicular-Arbuscular Mycorrhizal Research for Tropical Agriculture. Res, Bull.

Petrus, Burhanuddin, & Reine, S.W., 2013. Asosiasi Cendawan Mikoriza Arbuskula pada Ketapang (Terminalia catappa). Laporan Hasil Penelitian. Pontianak: Fakultas Kehutanan Universitas Tnjungpura.

Purnomowati., 1996. Inokulum Mikoriza Vesikula Arbuskula (MVA) Glomus sp. dan G. margarita sebagai Upaya untuk Menekan Penyakit Busuk Batang Sclerotium pada Tanaman Kedelai (Glycine max (L) merr). Purwokerto: Laporan Hasil Penelitian Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman.

Rahayuniati, R.F. & Endang, M., 2009. Pengendalian Penyakit Layu Fusarium Tomat: Aplikasi Abu Bahan Organik dan Jamur Antagonis. Jurnal Pembangunan Pedesaan, 9(1), pp.26-34.

Rozy, F., E. Liestiany & Maftuhah., 2004. Kemampuan Mikoriza Mengendalikan Serangan Rhizoctonia solani Kuhn pada Kedelai. Agroscientiae, 2 (11).

Samadi, B., 2007. Melon: Usaha Tani dan Penanganan Pasca Panen. Yogyakarta: Kanisus.

Seo, Y. & Kim, Y. H., 2017. Potential Reasons for Prevalence of Fusarium Wilt in Oriental Melon in Korea. The Plant Pathology Journal. 33(3), pp.249-263.

Simanungkalit, R.D.M., 2003. Teknologi Jamur Mikoriza Arbuskular: Produksi inokulan dan pengawasan mutunya. Program dan Abstrak Seminar dan Pameran: Teknologi Produksi dan Pemanfaatan Inokulan Endomikoriza untuk Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan, 11.

Soenartiningsih., 1997. Pengaruh Cendawan Mikoriza Vesikular-Arbuskular terhadap Intensitas Penyakit Utama pada Tanaman Jagung. Seminar Nasional Biologi XV. pp.1161-1165.

Suhardi., 1987. Pemanfaatan Mikoriza bagi Pengembangan Pertanian dan kehutanan di Indonesia. Makalah Seminar Bioteknologi Indonesia 17-19 Februari 1987. Yogyakarta: Fakultas Kehutanan UGM.

Talanca, A. H & A. M. Adnan., 2005. Mikoriza Dan Manfaatnya Pada Tanaman. Prosiding Seminar Ilmiah dan Pertemuan Tahunan PEI dan PFI XVI Komda sul-sel. Balai Penelitian Tanaman Serealia, Sulawesi Selatan.


Article Reads

Total: 1092 Abstrak: 500 PDF: 592

Article Metrics

Metrics Loading ...

Metrics powered by PLOS ALM

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


 

This website is maintained by:
The Faculty of Biology Publishing
Universitas Jenderal Soedirman
Jalan dr. Suparno 63 Grendeng
Purwokerto 53122

Telephone: +62-281-625865
Email: biologi@unsoed.ac.id

This website uses:
OJS | Open Journal System
A free journal management and publishing system that has been developed by the PKP (Public Knowledge Project) version 2.4.8.0.

All article content metadata are registered to:
Crossref
An official nonprofit Registration Agency of the International Digital Object Identifier (DOI) Foundation.

Articles in this journal are indexed by:

Complete index list »